Morse Korea memakai SKATS, sistem alih aksara baku untuk abjad Korea, guna menyandikan jamo Hangul (konsonan dan vokal) sebagai Morse. Tiap jamo memperoleh pola Morse tersendiri, sehingga suku kata Hangul dapat dikirim dengan mengirimkan tiap huruf penyusunnya.
Morse Korea dikembangkan pada awal abad ke-20 selama masa pendudukan Jepang dan dibakukan setelah kemerdekaan Korea. SKATS menjadi sistem definitif untuk Morse Hangul pada 1960-an.
Radio amatir Korea Selatan (awalan HL) dan militer Republik Korea sama-sama mengajarkan Morse Korea untuk pengiriman berbahasa Hangul. Komunikasi militer Korea Utara juga memakai sistem Hangul-Morse, dengan sejumlah variasi lokal.
Tiap blok suku kata (misalnya 한) diuraikan menjadi jamo penyusunnya (ㅎ + ㅏ + ㄴ) dan tiap jamo dikirim sebagai kode Morse-nya secara berurutan. Penerima menyusun kembali suku kata itu di sisi penerimaan.
SKATS adalah skema alih aksara yang mendasarinya. Morse Korea menerapkan SKATS pada kode Morse dengan memberikan pola Morse kepada tiap jamo yang dialihaksarakan. Dalam praktiknya kedua istilah dipakai bergantian.
Radio amatir Korea Selatan untuk QSO berbahasa Hangul, militer Korea Selatan untuk pelatihan komunikasi warisan, serta sebagai bahan menarik dalam kepramukaan Korea dan pendidikan sejarah komputasi.
Jelajahi semua varian kode Morse → Varian Kode Morse di Seluruh Dunia