Morse Arab menyandikan 28 huruf abjad Arab ditambah hamzah. Seperti adaptasi Morse non-Latin lainnya, beberapa huruf berbagi pola dengan Morse Latin berdasarkan kemiripan bunyi, sementara huruf yang khas Arab memperoleh pola baru.
Morse Arab dikembangkan pada akhir abad ke-19 untuk telegrafi di dunia Arab dan tetap dipakai di jaringan maritim serta militer berbahasa Arab sepanjang abad ke-20. Operator radio amatir Mesir, Arab Saudi, dan negara berbahasa Arab lainnya masih memakainya.
Operator radio amatir Arab memakainya untuk QSO berbahasa Arab. Beberapa penyiar regional pernah memakai Morse Arab untuk mengirimkan berita pada era sebelum faks.
Kode Morse sendiri tidak punya arah: ia hanyalah rangkaian titik dan garis dalam waktu. Penerima menuliskan huruf Arab dalam urutan alaminya dari kanan ke kiri di atas kertas. Arah hanya berpengaruh pada hasil tulisannya, bukan pada pengirimannya.
Tidak. Morse menyandikan hurufnya secara abstrak, bukan bentuk visualnya. Pembaca menerapkan bentuk sambung yang tepat saat menuliskan pesan yang diterima dalam aksara Arab.
Terutama di radio amatir. Sebagian arsip militer dan sejarah masih menyebutnya. Komunikasi Arab modern memakai Unicode dan mode digital, bukan Morse.
Jelajahi semua varian kode Morse → Varian Kode Morse di Seluruh Dunia