Cara Kerja Kode Morse

Maskot Mors sedang berpikir, dikelilingi diagram pewaktuan Morse hijau neon berisi titik dan garis yang melayang

Morse code uses only two signal elements: a short signal called a dit (dot, ·) and a long signal called a dah (dash, ). The entire system relies on precise timing relationships between these elements. Menurut standar ITU-R M.1677-1, satu dah berlangsung tepat tiga unit dit, jeda di dalam huruf adalah satu dit, antar huruf tiga dit, dan antar kata tujuh dit.

Diagram pewaktuan hijau neon yang menampilkan satu titik, satu jeda, dan satu garis 3 unit, mengilustrasikan unit waktu Morse

Aturan Pewaktuan

Semua hal dalam kode Morse diukur relatif terhadap durasi titik, satuan terpendek. Semua pewaktuan lainnya adalah kelipatan dari satuan ini:

Elemen Durasi Visual
Titik (dit) 1 satuan
Garis (dah) 3 satuan
Jeda antar elemen (dalam satu huruf) 1 satuan hening
Jeda antar huruf 3 satuan jeda pendek
Jeda antar kata 7 satuan jeda panjang
Lampu sinyal hijau neon memancarkan empat denyut cahaya pendek, menggambarkan huruf H dalam kode Morse

Contoh: Mengirim "HI"

H = ···· (empat titik)

I = ·· (dua titik)

Transmisi: dit jeda dit jeda dit jeda dit (jeda huruf) dit jeda dit

Satuan: 1·1·1·1·1·1·1, 3, 1·1·1 = total 17 satuan

Mengukur Kecepatan: Kata Per Menit (WPM)

Kecepatan kode Morse diukur dalam Kata Per Menit (WPM). Kata acuan baku adalah PARIS, yang mengandung tepat 50 satuan titik termasuk semua spasi internal dan antar kata.

Ini berarti pada 20 WPM, kata PARIS dipancarkan 20 kali per menit, menghasilkan durasi titik sebesar 60ms (1,2 detik ÷ 20).

Acuan Kecepatan

5 WPM: Pemula (titik = 240ms)

13 WPM: Persyaratan lisensi FCC sebelumnya (titik = 92ms)

20 WPM: Operator mahir (titik = 60ms)

30 WPM: Pakar / kecepatan kontes (titik = 40ms)

40+ WPM: CW kecepatan tinggi (karakter berbaur)

Maskot Mors mengenakan headphone di atas gelombang sinus hijau neon yang bercahaya, mewakili nada Morse 600 Hz

Frekuensi dan Nada

Saat dipancarkan melalui radio, kode Morse dikirim sebagai sinyal gelombang kontinu (CW). Penerima menghasilkan nada yang dapat didengar, biasanya antara 400 Hz dan 1000 Hz. Sebagian besar operator memilih nada sekitar 600–700 Hz, yang berada di rentang nyaman bagi telinga manusia dan secara efektif menembus kebisingan latar belakang.

Logika Desain Karakter

Kode Morse dirancang dengan efisiensi sebagai pertimbangan utama. Huruf yang paling sering digunakan dalam bahasa Inggris memiliki kode terpendek:

E · Huruf paling umum
T Paling umum ke-2
A ·— Paling umum ke-3
I ·· Huruf vokal
N —· Konsonan umum
S ··· Umum (SOS)
O ——— Umum (SOS)
H ···· Umum dalam bahasa Inggris

Standar ITU

International Telecommunication Union (ITU) memelihara standar resmi untuk Kode Morse Internasional di bawah Rekomendasi ITU-R M.1677. Standar ini menetapkan penetapan karakter, aturan pewaktuan, dan prosedur operasi yang digunakan secara global.

Siap untuk memulai? Pelajari metode yang terbukti →