Kode Morse dapat dikirim melalui sentuhan (ketukan pendek dan panjang di telapak tangan atau bahu), sehingga menjadi salah satu dari beberapa sistem komunikasi yang digunakan penyandang tunarungu-netra saat saluran lain tidak tersedia.
Terakhir diperbarui:
Morse taktil lebih lambat daripada bahasa isyarat taktil atau menulis di telapak tangan, tetapi punya kelebihan: siapa pun bisa belajar mengirimkannya, tidak perlu kosakata khusus, dan ia tetap bekerja melewati sarung tangan, jaket, bahkan sebagai ketukan mantap pada permukaan keras.
Keterampilan intinya sama untuk semua orang: pelajari setiap karakter sebagai satu pola utuh, tambahkan karakter baru satu per satu pada kecepatan penuh, dan berlatihlah beberapa menit setiap hari. Baca panduan belajar langkah demi langkah
Alat yang dipilih untuk kebutuhan ini. Mulailah dari yang paling berdampak.
Pengirim mengetukkan denyut pendek (titik) dan denyut lebih panjang (garis) pada telapak tangan, bahu, atau punggung penerima. Jeda antarhuruf dan antarkata mengikuti aturan spasi baku ITU sehingga penerima bisa membedakan karakternya.
Ia dipakai sebagai cadangan atau pelengkap metode yang lebih umum seperti Tadoma, bahasa isyarat taktil, dan Braille. Ia terutama berguna di lingkungan bising atau tak terduga tempat sistem lain sulit diterapkan.
Simbol dan pengaturan waktunya identik: titik, garis, dan spasi ITU. Satu-satunya perbedaan adalah salurannya; alih-alih bunyi atau cahaya, sinyal disampaikan sebagai sentuhan.
Senter paling berguna untuk memberi isyarat kepada tunarungu, bukan tunarungu-netra. Untuk berlatih bersama penyandang tunarungu-netra, masukan yang tepat adalah motor getar kecil atau ketukan dari pendamping. Alat senter MorseKit bisa mengajarkan iramanya kepada pendamping yang awas sebelum ia beralih ke penyampaian taktil.
Tersedia di iOS dan Android. Gratis untuk diunduh.
Gratis · iOS dan Android · 27 bahasa
Lihat cara kerjanya